Bukan bermaksud narsis atau sejenisnya, tapi saya bangga menjadi orang Jawa …
Dengan warisan peninggalan leluhur yang sangat agung dan indah, membuat saya sering membayangkan betapa kreatif dan indahnya tangan orang Jawa.
Banyak yang mengatakan, wong Jowo adalah wong ndeso, kampungan, katrok, dan rak ngerti opo-opo … Tapi coba liat beberapa karya yang dihasilkan dari tangan-tangan orang Jawa …
Dari segi arsitektur, wong Jowo memiliki rumah tinggal kebanggaan yang disebut Joglo. Dengan filosofi yang sangat tinggi serta selalu menyertakan SANG PENCIPTA dalam tiap karya tangannya, seperti saat membangun maupun menempati rumah.
menjadi salah satu keajaiban dunia …
Selain candi
Borobudur merupakan candi Buddha terbesar, maka candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar. Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya.
Wong Jowo ternyata juga memperhatikan segi fashion. Lihat saja kain batik, kain yang dihasilkan dari kelentikan tangan wong Jowo yang saat ini sering digunakan pejabat dalam acara-acara resmi kenegaraan. Ada berbagai corak batik di Jawa, seperti batk Solo, Batik Yogya, Batik Pekalongan dan beberapa jenis lain.
Keris merupakan senjata tradisional Jawa, yang hingga kini keindaha
nnya masih diminati. Keris mempunyai nilai dan makna kejantanan, keperkasaan dan kedewasaan. Keris di tangan wong Jowo dapat menjadi tangguh, sanggup melindung diri sendiri, keluarga maupun bangsanya. Untuk menciptakan keris yang berkualitas tinggi, diperlukan tangan dari orang yang
memilki “ilmu” yang disebut Empu untuk menempa sebuah keris.
Dari tangan wong Jowo juga tercipta karya seni yang indah. Salah satunya seni pertunjukan dengan boneka yang disebut wayang kulit. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-
tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Dari tangan wong Jowo juga tercipta suatu alat musik yang disebut gamelan. Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong.
Lalu bagaimana dengan cara berkomunikasi wong Jowo? Apakah hanya komunikasi lisan primitif dengan gethok tular dari mulut ke mulut … ? Ternyata dari tangan wong Jawa telah tercipta tulisan yang disebut aksara jawa. Namun penggunaan aksara jawa saat ini hanya terbatas di kraton, itupun pada generasi tua.
Luar biasa, betapa indah karya tangan wong Jowo ...


0 komentar:
Posting Komentar